Jumat, 28 November 2014

Wisata Murah Di Jakarta

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu yang berimbas dengan menjulangnya berbagai komoditas harga memaksa masyarakat untuk menghitung ulang seluruh biaya hidupnya.


Salah satu kebutuhan yang ditinjau ulang pengeluarannya adalah budget untuk berwisata. Namun meski harus ditinjau ulang, bukan berarti kita tidak bisa menikmati sensasi liburan yang menyenangkan sama sekali. Pasalnya di sekitar wilayah Jakarta masih memiliki sejumlah destinasi wisata dengan budget yang minimal. 

Beberapa diantara destinasi wisata murah tersebut adalah Monumen Nasional (Monas), Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Kota Tua dan Danau Sunter.

Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas merupakan monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki). Monumen ini mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 atas perintah presiden pertama Indonesia, Sukarno dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai jam 8 hingga 3 sore Wib. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

Pada halaman luar mengelilingi monumen, pada tiap sudutnya terdapat relief timbul yang menggambarkan sejarah Indonesia. Relief ini bermula di sudut timur laut dengan mengabadikan kejayaan Nusantara pada masa lampau. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut.

Di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruang besar museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

Sebuah elevator (lift) pada pintu sisi selatan akan membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Lift ini berkapasitas 11 orang sekali angkut. Pelataran puncak ini dapat menampung sekitar 50 orang, serta terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Harga tiket masuk menuju Cawan Tugu Monas adalah Rp 5.000 untuk dewasa, dan untuk ke puncak Tugu Monas sebesar Rp 10 ribu. Harga tiket untuk mahasiswa sebesar Rp 3.000 untuk ke cawan, dan Rp 5.000 untuk menuju puncak Monas. Sedangkan anak-anak hanya membayar Rp 2.000, baik untuk ke cawan maupun ke puncak Monas.

Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1864 dengan luas mencapai 140 hektar. Kebun Binatang Ragunan memiliki berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.

Kebun Binatang Ragunan sangat mudah dicapai dengan transportasi umum seperti angkutan kota, bus ataupun bus Transjakarta karena terletak tepat di sebelah Halte Busway Ragunan.

Tarif masuk ke lokasi wisata ini hanya Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000. Sedangkan tarif masuk ke Pusat Primata Schmutzer sebesar Rp 6.000 untuk tiga tahun ke atas di hari biasa, dan Rp 7.500 di akhir pekan atau libur nasional. 

Selain menikmati beragam jenis hewan dan tumbuhan, para pengunjung juga dapat menikmati sejumlah atraksi dan hiburan seperti kuda tunggang, gajah tunggang, onta tunggang dan taman wisata anak. Untuk dapat menikmati atraksi-atraksi tersebut, pengunjung cukup merogoh kantong antara Rp 2.500 hingga Rp 7.500 saja. 

Kebun Binatang Ragunan
Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu destinasi wisata bertema budaya Indonesia yang merangkum beragam kebudayaan Bangsa Indonesia dari 33 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur  tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.

Di dalam TMII terdapat sebuah danau dengan miniatur kepulauan Indonesia di bagian tengahnya. Para pengunjung dapat menyaksikan miniature tersebut dari atas kereta gantung (gondola) yang dapat dinaiki dengan harga  sekitar Rp 30.000.

Selain danau, dalam TMII juga terdapat berbagai museum, Teater IMAX Keong Mas, Teater Tanah Airku, Dunia Air Tawar dan Serangga, SnowBay Water Park serta berbagai sarana rekreasi lainnya.

Tiket masuk ke Taman Mini Indonesia Indah sekitar Rp 10.000 untuk usia 3 tahun ke atas. Sedangkan untuk harga tiket masuk ke museum dikenakan tarif antara Rp 2.500 hingga Rp 15.000. 

Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya Ancol merupakan salah satu destinasi tujuan wisata di Jakarta Utara yang terdiri dari wisata taman dan wisata pantai. Selain itu destinasi ini juga menawarkan beragam wahana yang dapat dinikmati dari semua kalangan usia.

Bagi yang ingin menguji adrenalin, dapat mencoba berbagai wahana seru di Dunia Fantasy (Dufan). Sedangkan bagi para pecinta seni bisa mengunjungi kawasan Pasar Seni Ancol.

Selain itu Ancol juga menyuguhkan kawasan hijau dengan nilai edukasi dan petualangan seru melalui Ocean Ecopark. Para pengunjung juga dapat melihat lebih dekat kelucuan lumba-lumba di unit oceanarium terbesar dengan mengunjungi Ocean Dream Samudra.

Atlantis Water Adventure (AWA) adalah theme park kedua yang dikembangkan dan merupakan hasil revitalisasi dari Gelanggang Renang Ancol. Sementara Water Adventure (AWA) luas 5 hektar siap menyajikan petualangan seru melalui wisata air dengan 8 kolam utama yaitu: Poseidon, Antila, Plaza Atlas, Aquarius, Octopus, Atlantean, dan Kiddy Pool.

Harga tiket masuk ke dalam  Taman Impian Jaya Ancol sebesar Rp 25.000. Sedangkan harga masuk untuk Dunia Fantasy (Dufan) adalah Rp 180.000 untuk Senin – Jumat, sedangkan Sabtu – Minggu dan hari libur nasional sebesar Rp 250.000. Tiket masuk untuk Wahana Ocean Dream Samudra dan Atlantis Water Adventure adalah Rp 100.000 untuk Senin – Jumat,  dan Rp 150.000 untuk Hari Sabtu/Minggu/Libur. 

Taman Wisata Kota Tua

Salah satu wisata murah di Jakarta lainnya adalah Kota Tua. Kawasan ini dulunya dijuli sebagai "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" oleh pelayar Eropa karena dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia. Selain itu Kota Tua juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama.

Di kawasan ini kita dapat mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang unik dan masih terawat dengan baik seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik hingga ke Menara Syahbandar. Di Menara Syahbandar para pengunjung dapat menyakiskan atsmosfer Kota Jakarta dan sekitarnya dari atas ketinggian 18 meter.

Selain museum, kita juga dapat menikmati berbagai atraksi di alun-alun Kota Tua seperti manusia patung yang dapat diajak berfoto bersama, pertunjukan Lenong dan Ondel-ondel yang merupakan kesenian khas Jakarta. Bagi yang ingin menikmati serunya berkeliling Kota Toa dengan sepeda ontel, terdapat tempat penyewaan sepeda ontel yang dapat kita sewa dengan harga Rp 5.000 selama 30 menit.

Selain mengunjungi lokasi bersejarah, Kota Tua juga merupakan destinasi wisata kuliner yang cukup dikenal oleh masyarakat Jakarta. Sejumlah pedagang kaki lima yang berjejer di sekitaran alun-alun menawarkan beragam menu khas Kota Jakarta seperti kerak telor dan ketoprak.

Kawasan Wisata Kota Tua ini dapat dijangkau dengan mudah dari berbagai lokasi. Selain menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan juga dapat menggunakan jasa transportasi umum seperti bus Trans Jakarta, menggunakan Mikrolet dan Kopaja.(Eti)


Kamis, 27 November 2014

Menjelajahi Jalan Jaksa, Jakarta

Hingar bingar malam itu semakin memanas dengan hentakan musik yang membahana dari sejumlah kafe di pinggir jalan. Sementara turis asing tampak berlalu lalang berbaur dengan warga lokal disela hiruk pikuknya kendaraan. Itulah sekilas suasana di Jalan Jaksa, surga backpacker ibu kota.


Terik matahari yang menyengat dan kepulan asap knalpot dari sejumlah kendaraan yang berlalu lalang tampak menyelimuti Jalan Jaksa siang itu. Di pinggir jalanan yang berdebu terlihat seorang penjual buah dengan gerobak tuanya duduk termangu seolah menanti sentuhan rezeki dari para pembeli. Sementara tidak jauh dari tempatnya berada, sejumlah turis asing tampak asyik menikmati sajian makan siang yang sedikit terlambat di sebuah rumah makan.

Sekilas suasana di Jalan Jaksa siang itu terlihat sangat tenang cenderung sepi. Namun kondisi itu akan berubah seratus delapan puluh derajat kala malam menjelang. 

Sejumlah bar dengan hentakan musik membahana berbaur dengan hingar bingar para pengunjung yang didominasi para turis asing. Situasi tersebut mengingatkan akan suasana di Pulau Dewata yang tampak ramai dengan kehadiran turis-turis asingnya. Tidak heran bila kemudian Jalan Jaksa disebut juga sebagai Legian-nya Jakarta.

Untuk para pecinta backpacker, nama Jalan Jaksa sudah tidak asing lagi di telinga. Jalan yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini memang terkenal sebagai lokasi wisata murah bagi para pelancong dengan budget yang pas-pasan.

Sejumlah tempat penginapan ramah kantong berjejer di sepanjang Jalan Jaksa siap menyambut kedatangan para wisatawan baik dari dalam negeri maupun manca negara.

Beragam penginapan dari mulai setingkat hostel dengan harga Rp 80.000 hingga Rp 200.000 sampai dengan hotel berbintang 3 dengan kisaran budget Rp 300.000 hingga Rp 600.000 pun dapat dengan mudah ditemui di kawasan tersebut.

Bagi yang ingin mendapatkan hotel dengan fasilitas yang lebih baik dapat mencari di sekitar Jalan Wahid Hasyim yang letaknya hanya beberapa meter dari Jalan Jaksa. Dari mulai hotel bintang 3 hingga hotel berbintang 5 bisa ditemukan di sepanjang jalan yang nyaris tak pernah sepi itu.

Selain tempat penginapan, tempat makan murah nan lezat juga dapat ditemukan di sekitar Jalan Jaksa. Untuk para pecinta kuliner lokal seperti pecel lele, pecel ayam, soto dan aneka hidangan lezat lainnya, dapat menemukannya di sepanjang Jalan Jaksa. Namun untuk pecel lele dengan rasa terbaik dapat dicoba di sebuah warung tenda yang lokasinya berada tepat di seberang soto ceker.

Bagi yang menyukai masakan Asia, makanan ala Malaysia juga dapat dijumpai di sana. Harga yang terjangkau dan rasa yang menggugah selera membuat tempat tersebut nyaris tak pernah sepi pengunjung. 

Untuk yang ingin membeli kebutuhan lainnya, sejumlah mini market yang beroperasi 24 jam non stop dapat dengan mudah di jumpai di jalan yang memiliki panjang sekitar 400 meter itu.

Selain sebagai tempat wisata berbudget, Jalan Jaksa juga menjadi lokasi tujuan wisata budaya di wilayah Jakarta melalui ajang Festival Jalan Jaksa.

Festival Jalan Jaksa diadakan untuk pertama kalinya di ibukota pada tanggal 5 - 7 Agustus 1994. Festival yang diadakan di sepanjang Jalan Jaksa itu bertujuan untuk mengangkat dan melestarikan budaya penduduk asli Jakarta, yaitu masyarakat Betawi.

Berbagai ragam kesenian asli Betawi seperti ondel ondel turut memeriahkan Festival Jalan Jaksa. Selain itu penampilan sejumlah band dan bazar yang menjual berbagai pernak pernik khas Betawi juga turut menjadi bagian dari festival tahunan tersebut.

Lokasi Jalan Jaksa juga sangat strategis. Tempat ini hanya berada sekitar 1 km dari kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) dan Masjid Istiqlal sehingga dapat dijangkau cukup dengan berjalan kaki.

Selain Monas, lokasi tujuan wisata lainnya yang dapat dijangkau dengan mudah dari kawasan 'Kampung Backpacker' ini adalah Taman dan Situ Menteng, kawasan perdagangan Tanah Abang, dan kawasan Kota Tua.

Suasana Jl. Jaksa di malam hari



Untuk menjangkau Jalan Jaksa sangatlah mudah. Pasalnya jalan tersebut sangat dekat dengan Stasiun Gondangdia dan Stasiun Gambir serta berada tidak jauh dari kawasan Sudirman dan Thamrin.

Jadi tunggu apa lagi? Berwisata ke Kota Jakarta tidak selalu menguras kantong. Jika bugdet pas-pasan, cobalah berkunjung ke Jalan Jaksa. (Eti)