Kamis, 27 November 2014

Menjelajahi Jalan Jaksa, Jakarta

Hingar bingar malam itu semakin memanas dengan hentakan musik yang membahana dari sejumlah kafe di pinggir jalan. Sementara turis asing tampak berlalu lalang berbaur dengan warga lokal disela hiruk pikuknya kendaraan. Itulah sekilas suasana di Jalan Jaksa, surga backpacker ibu kota.


Terik matahari yang menyengat dan kepulan asap knalpot dari sejumlah kendaraan yang berlalu lalang tampak menyelimuti Jalan Jaksa siang itu. Di pinggir jalanan yang berdebu terlihat seorang penjual buah dengan gerobak tuanya duduk termangu seolah menanti sentuhan rezeki dari para pembeli. Sementara tidak jauh dari tempatnya berada, sejumlah turis asing tampak asyik menikmati sajian makan siang yang sedikit terlambat di sebuah rumah makan.

Sekilas suasana di Jalan Jaksa siang itu terlihat sangat tenang cenderung sepi. Namun kondisi itu akan berubah seratus delapan puluh derajat kala malam menjelang. 

Sejumlah bar dengan hentakan musik membahana berbaur dengan hingar bingar para pengunjung yang didominasi para turis asing. Situasi tersebut mengingatkan akan suasana di Pulau Dewata yang tampak ramai dengan kehadiran turis-turis asingnya. Tidak heran bila kemudian Jalan Jaksa disebut juga sebagai Legian-nya Jakarta.

Untuk para pecinta backpacker, nama Jalan Jaksa sudah tidak asing lagi di telinga. Jalan yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini memang terkenal sebagai lokasi wisata murah bagi para pelancong dengan budget yang pas-pasan.

Sejumlah tempat penginapan ramah kantong berjejer di sepanjang Jalan Jaksa siap menyambut kedatangan para wisatawan baik dari dalam negeri maupun manca negara.

Beragam penginapan dari mulai setingkat hostel dengan harga Rp 80.000 hingga Rp 200.000 sampai dengan hotel berbintang 3 dengan kisaran budget Rp 300.000 hingga Rp 600.000 pun dapat dengan mudah ditemui di kawasan tersebut.

Bagi yang ingin mendapatkan hotel dengan fasilitas yang lebih baik dapat mencari di sekitar Jalan Wahid Hasyim yang letaknya hanya beberapa meter dari Jalan Jaksa. Dari mulai hotel bintang 3 hingga hotel berbintang 5 bisa ditemukan di sepanjang jalan yang nyaris tak pernah sepi itu.

Selain tempat penginapan, tempat makan murah nan lezat juga dapat ditemukan di sekitar Jalan Jaksa. Untuk para pecinta kuliner lokal seperti pecel lele, pecel ayam, soto dan aneka hidangan lezat lainnya, dapat menemukannya di sepanjang Jalan Jaksa. Namun untuk pecel lele dengan rasa terbaik dapat dicoba di sebuah warung tenda yang lokasinya berada tepat di seberang soto ceker.

Bagi yang menyukai masakan Asia, makanan ala Malaysia juga dapat dijumpai di sana. Harga yang terjangkau dan rasa yang menggugah selera membuat tempat tersebut nyaris tak pernah sepi pengunjung. 

Untuk yang ingin membeli kebutuhan lainnya, sejumlah mini market yang beroperasi 24 jam non stop dapat dengan mudah di jumpai di jalan yang memiliki panjang sekitar 400 meter itu.

Selain sebagai tempat wisata berbudget, Jalan Jaksa juga menjadi lokasi tujuan wisata budaya di wilayah Jakarta melalui ajang Festival Jalan Jaksa.

Festival Jalan Jaksa diadakan untuk pertama kalinya di ibukota pada tanggal 5 - 7 Agustus 1994. Festival yang diadakan di sepanjang Jalan Jaksa itu bertujuan untuk mengangkat dan melestarikan budaya penduduk asli Jakarta, yaitu masyarakat Betawi.

Berbagai ragam kesenian asli Betawi seperti ondel ondel turut memeriahkan Festival Jalan Jaksa. Selain itu penampilan sejumlah band dan bazar yang menjual berbagai pernak pernik khas Betawi juga turut menjadi bagian dari festival tahunan tersebut.

Lokasi Jalan Jaksa juga sangat strategis. Tempat ini hanya berada sekitar 1 km dari kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) dan Masjid Istiqlal sehingga dapat dijangkau cukup dengan berjalan kaki.

Selain Monas, lokasi tujuan wisata lainnya yang dapat dijangkau dengan mudah dari kawasan 'Kampung Backpacker' ini adalah Taman dan Situ Menteng, kawasan perdagangan Tanah Abang, dan kawasan Kota Tua.

Suasana Jl. Jaksa di malam hari



Untuk menjangkau Jalan Jaksa sangatlah mudah. Pasalnya jalan tersebut sangat dekat dengan Stasiun Gondangdia dan Stasiun Gambir serta berada tidak jauh dari kawasan Sudirman dan Thamrin.

Jadi tunggu apa lagi? Berwisata ke Kota Jakarta tidak selalu menguras kantong. Jika bugdet pas-pasan, cobalah berkunjung ke Jalan Jaksa. (Eti)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar