Kamis, 13 Agustus 2015
Rabu, 13 Mei 2015
Menguak Eksotika Pulau Lombok
Pesona keindahan alam Pulau Lombok yang eksotis dan keunikan budaya masyarakat Suku Sasak membuat pulau tersebut menjadi salah satu destinasi wisata favorit para pecinta travelling.
Nama Pulau Lombok yang terletak
di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir-akhir ini semakin popular di
kalangan pecinta wisata. Keindahan alamnya yang mempesona dan keunikan budaya
masyarakat Suku Sasak menjadi daya tarik utama yang memikat para wisatawan baik
dari dalam maupun manca negara. Kabar keindahan alam Pulau Lombok itulah yang
akhirnya membuat saya memilih untuk berpetualang ke pulau yang terkenal dengan
sebutan Pulau Seribu Masjid itu.
Senggigi Beach
Pesawat Lion Air yang
menerbangkan saya bersama dengan seorang teman dari Italia akhirnya mendarat
sekitar pukul 3 sore hari waktu Lombok. Setelah mencocokan jam dengan waktu
Lombok, mengingat Lombok lebih cepat satu jam dari Jakarta, kami pun berangkat
ke wilayah Senggigi tempat hotel kami berada dengan menggunakan sebuah taksi.
Senggigi merupakan salah satu
destinasi wisata yang populer di Lombok. Lokasinya yang strategis membuat
sejumlah wisatawan memilih untuk menginap di wilayah tersebut. Dari Senggigi, kita bisa pergi ke
Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno dengan jarak yang lebih dekat. Pun
demikian jika kita ingin berwisata ke Lombok bagian selatan untuk menikmati
eksotika pantai-pantainya seperti Pantai Kuta dan Pantai Tanjung Aan.
Setelah menempuh perjalanan
sekitar 1 jam, kami pun tiba di Hotel Senggigi Beach Resort. Sempat terjadi
kejadian yang kurang mengenakan sesaat setelah kami melakukan check in di
hotel. Pasalnya kami baru menyadari kalau barang-barang kami masih berada di
dalam bagasi taksi, sementara taksi sudah melaju pergi.
Dalam kondisi serba panik, staf
hotel berinisiatif untuk menelepon perusahaan taksi yang membawa kami ke hotel.
Meski sempat ditentang oleh rekan seperjalanan saya dari Italia, namun akhirnya
ia setuju untuk memberikan uang pengganti bensin sekitar 30 ribu Rupiah kepada
sopir taksi yang kembali ke hotel untuk mengantarkan barang-barang kami.
Setelah menyegarkan badan dengan
siraman air dari shower yang dingin, saya bersama teman memutuskan untuk
berjalan-jalan menikmati keindahan pantai. Hotel Senggigi Beach Resort terletak
tepat di tepi Pantai Senggigi. Kebetulan cottage yang saya tempati juga berada
tepat di tepi pantai sehingga hanya diperlukan beberapa meter saja untuk
melangkahkan kaki di hamparan pasir pantai.
Pantai Senggigi memiliki pantai
yang landai dengan butiran pasir putih nan lembut. Ombak yang sore itu terlihat
sedikit ganas akibat kerasnya hembusan angin, dimanfaatkan oleh sejumlah turis
asing pecinta surfing untuk berselancar menikmati serunya ayunan gelombang. Sementara sebagian turis lainnya
memilih untuk duduk bersantai di atas pasir putih sembari menunggu datangnya
sunshet di ufuk barat cakrawala.
Kami pun tidak melewatkan
kesempatan itu untuk turut serta menikmati keindahan Pantai Senggigi. Beberapa
saat kemudian semburat kemerahan di ujung cakrawala yang dinanti pun muncul.
Pantulan sunshet yang membuncah menerangi permukaan air laut membuatnya
terlihat seperti permadani alam yang menghampar. Sungguh sebuah panorama yang
menganggumkan.
Malam harinya kami memulai
petualangan wisata kuliner dengan menikmati sejumlah makanan khas Lombok
seperti ayam taliwang dan plecing kangkung. Rasa yang pedas dan gurih membuat
saya ketagihan untuk menikmati sajian Ayam Taliwang di lain kesempatan.
Ternyata penyuka ayam taliwang dan plecing kangkung bukan hanya orang Indonesia
loh. Sejumlah turis asing juga tampak lahap menikmati sajian khas Pulau Lombok
tersebut.
Namun bagi yang ingin menikmati
sajian menu lainnya, jangan khawatir. Di sepanjang Jalan Senggigi terdapat
jejeran kafe, bar dan restauran dengan beragam varian menu yang menggoda, baik
menu nusantara maupun menu ala Eropa. Mayoritas kafe dan restauran di Senggigi
hanya beroperasi hingga pukul 12 malam saha. Lewat dari jam tersebut, kafe-kafe
dan restauran akan tutup sehingga suasana di sekitar Jalan Senggigi berubah
sepi. Meski demikian sejumlah bar masih akan terus beroperasi sampai pagi
menjelang.
Desa Wisata Sukarara
Keesokan harinya kami memulai
menjelajahi Pulau Lombok yang terkenal dengan keindahan pantai dan keunikan
budayanya. Destinasi pertama yang kami pilih untuk dikunjungi di hari pertama
ini adalah wilayah Pantai di kawasan selatan Pulau Lombok, yaitu Pantai Kuta.
Untuk pergi ke Pantai Kuta, kami
memutuskan untuk menyewa sebuah mobil dengan tarif Rp 400.000 hingga Rp 600.000 dengan durasi 8 -
10 jam lamanya. Harga tersebut sudah termasuk dengan BBM dan jasa driver yang
juga berfungsi sebagai guide atau pemandu bagi kami. Petualangan pun dimulai
sekitar pukul 8 waktu Jakarta atau 9 pagi waktu Lombok.
Karena Senggigi berada di wilayah
utara Lombok, maka kami pun harus pergi dengan cara membelah Pulau Lombok untuk
dapat mencapai kawasan Lombok Selatan. Sejumlah pedesaan dengan arsitektur
rumah yang unik membuat rekan saya terlihat sangat takjub.
Melihat antusiasme bule di
samping saya, akhirnya sang guide pun menawarkan untuk mengunjungi sebuah desa
wisata yang terkenal dengan kerajinan tenun tradisional atau songket-nya, yaitu
Desa Sukarara.
Desa Sukarara yang terletak di
Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, NTB, merupakan sebuah desa kecil
yang yang menjadi salah satu pusat kerajinan tenun tradisional. Sebagian besar
perempuan yang ada di Desa Sukarara bekerja sebagai penenun. Saat
berjalan-jalan kami menjumpai hampir di setiap teras rumah tampak sejumlah
perempuan Suku Sasak sedang sibuk menenun.
Karena penasaran, saya pun
tergoda untuk mencoba belajar cara membuat kain tenun ala Suku Sasak. Ternyata
prosesnya sangat rumit sehingga hanya dalam waktu beberapa menit saja, saya pun
langsung menyerah.
Karena rumitnya motif dan teknik
menenun Suku Sasak membuat kain tenun yang dihasilkan memiliki kualitas yang
sangat tinggi. Tidak heran bila harganya pun lumayan terbilang mahal, yaitu
berkisar dari ratusan ribu, hingga jutaan Rupiah.
![]() |
| Belajar menenun ala Suku Sasak, Lombok |
Pantai Kuta Lombok
Setelah puas menikmati keunikan
Desa Sukarara, kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi tujuan utama
kami, yaitu Pantai Kuta Lombok dan Tanjung Aan.
Pantai Kuta Lombok terletak di
Desa Kuta, Lombok Tengah. Lokasinya berada sekitar 56 KM dari ibukota NTB,
Mataram. Keunikan pantai ini adalah pasir putihnya yang tampak laksana biji
merica. Karena keunikannya inilah Pantai Kuta Lombok disebut juga sebagai
Pantai Merica.
Selain keindahan alam yang
mempesona, di Pantai Kuta juga kerap diadakan upacara tradisional, yaitu
Upacara Bau Nyale. Dalam upacara ini warga setempat akan mencari cacing Nyale
di laut. Menurut legenda, dahulu kala ada seorang putri bernama Putri Mandalika.
Parasnya yang sangat cantik, membuat banyak pangeran dan pemuda yang ingin
menikahnya. Namun karena tidak dapat mengambil keputusan, ia pun memilih untuk
terjun ke dalam laut. Sebelum terjun, ia berjanji akan datang kembali sekali
dalam setahun. Rambut sang putri yang panjang kemudian berubah menjadi cacing
Nyale.
Sayangnya kenyamanan para turis
termasuk kami untuk menikmati keindahan Pantai Kuta Lombok sedikit terganggu
oleh ulah sejumlah oknum pedagang souvenir yang terkesan memaksa saat menjual
barang-barang dagangan mereka. Jika saja pihak pemda setempat atau pihak
pengelola wisata Pantai Kuta Lombok mampu mengkoordinir para pedagang souvenir
tersebut, maka sudah barang tentu para turis akan merasa lebih nyaman saat
menikmati suasana alam pantai yang menganggumkan tersebut.
Pantai Tanjung Aan
Puas menikmati keindahan Kuta
Lombok, perjalanan pun dilanjutkan untuk mengunjungi Pantai Tanjung Aan yang
lokasinya tidak terlalu jauh dari Kuta Lombok.
Saat menginjakan kaki pertama
kali di Tanjung Aan, pandangan saya langsung terhipnotis oleh panorama pantai
yang mengagumkan. Hanya satu kata yang tersirat di kepala saya saat itu: Luar
biasa!
Pantai Tanjung Aan memiliki
panorama yang spektakuler bukan saja dari keindahan pantainya, tapi juga
perbukitan yang menghiasi di sekitarnya. Deburan ombak, pasir yang memukau,
gugusan perbukitan nan hijau dan birunya laut laksana kristal bagai lukisan
alam dengan nilai estetika yang luar biasa. Tidak berlebihan rasanya jika
Pantai Tanjung Aan dikenal pula sebagai Selandia Baru-nya Indonesia. Untuk Anda
pecinta wisata pantai, Tanjung Aan sangat layak berada di daftar teratas
kunjungan Anda.
Gili Trawangan
Terpukau dengan pesona keindahan
Pantai Kuta Lombok yang eksotis tidak membuat petualangan kami untuk
menjelajahi Pulau Lombok terhenti. Destinasi di hari selanjutnya untuk
dikunjungi adalah Gili Trawangan.
Pulau pesta! Itulah sekilas
gambaran saya tentang Gili Trawangan sesaat setelah menginjakan kaki di pulau
tersebut. Gili Trawangan adalah salah satu dari 3 gugusan Pulau Gili yang
terletak di utara Pulau Lombok dan berbatasan langsung dengan Pulau Bali,
karena letaknya yang tepat berada di Selat Lombok.
Karena kendaraan bermotor
dilarang berada di Gili Trawangan, maka untuk menjangkau hotel kami yang berada
di belahan lain pulau, kami pun harus menggunakan sebuah kendaraan tradisional
yang ditarik oleh seekor kuda yang disebut Cidomo yang bertarif Rp 75.000.
Cidomo sebenarnya serupa dengan jenis kendaaraan tradisional khas Yogyakarta,
yaitu delman atau andong.
Cidomo yang kami tumpangi
berderap menyusuri jalanan Gili Trawangan membelah teriknya matahari yang
menyengat di siang itu. Sejumlah hotel, kafe dan bar tampak berjejer di
sepanjang jalan yang kami lewati. Hingar bingar musik dari sejumlah bar berpadu
dengan pengunjung yang didominasi turis asing seakan menandai kalau pulau indah
ini tak pernah sepi dari pesta. Bali-nya Lombok, demikian salah satu sebutan
untuk Gili Trawangan.
Namun bagi Anda yang menyukai
suasana yang lebih tenang, Gili Meno dan Gili Air lebih direkomendasikan untuk
dikunjungi. Gili Meno dan Gili Air menawarkan destinasi wisata pantai yang
tidak kalah mengagumkan. Suasana yang tenang dan pantai yang indah menjadikan
wilayah ini sangat cocok sebagai destinasi bagi pasangan yang hendak berbulan
madu.
Selain panorama pantainya yang
mempesona, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air juga memiliki panorama alam
bawah laut yang spektakuler. Karenanya jika Anda berkunjung ke Gili Trawangan,
sempatkan diri Anda untuk menyelami eksotika alam bawah lautnya. Scuba diving
dan snorkeling bisa menjadi pilihan untuk dapat menikmati keindahaan coral yang
mempesona, beragam ikan nan cantik dan penyu raksasa yang unik. Jadi tunggu
apalagi? Ayo berwisata ke Pulau Lombok dan jelajahi pesona keindahan alamnya!
(Eti)
Senin, 11 Mei 2015
Sawarna, Surga Tersembunyi Di Selatan Jawa
Kilauan emas semburat senja di ufuk barat tampak menyapu hamparan permadani biru di sore itu. Nun jauh di batas cakrawala tampak sejumlah surfer saling berlomba menaklukan keangkuhan gulungan ombak yang membuncah. Sementara sebagian orang lainnya memilih duduk bersantai di atas lembutnya pasir putih sambil menikmati keindahan alam yang tersembunyi di selatan Jawa, Pantai Sawarna.
Pantai Sawarna merupakan sekumpulan pantai eksotis dengan panjang pantai mencapai 65 km. Letaknya berada di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Propinsi Banten. Destinasi wisata pantai ini mulai dikenal pecinta wisata khususnya dari kalangan menengah ke bawah sejak beberapa tahun terakhir.
Keindahan pantainya yang unik dengan hamparan pasir putih berpadu dengan karang berpagar hijaunya perbukitan nan asri menjadi salah satu daya tarik wilayah ini untuk dikunjungi. Sejumlah destinasi wisata eksotik siap memanjakan para wisatawan dengan suguhan panorama yang memikat, diantaranya Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Karang Teraje, Goa Lalay dan Goa Langir serta Goa Seribu Candi.
Pantai Ciantir
Pantai Ciantir
Pantai Ciantir menyuguhkan panorama pantai dengan hamparan pasir putih
nan lembut yang berpadu dengan hijaunya perbukitan. Besarnya ombak ternyata tidak menyurutkan minat para wisatawan untuk menikmati segarnya
air laut dengan berenang di tepian pantai yang landai.
| Pantai Ciantir Sawarna |
Pantai Tanjung Layar
Pantai Tanjung Layar menyajikan dua karang besar yang berhimpitan seperti layar kapal sebagai background dengan hiasan karang-karang cadas dan datar laksana lantai sebuah kapal. Pantai ini merupakan ikon dari Pantai Sawarna. Karena itulah tidak lengkap rasanya jika berlibur ke Pantai Sawarna tanpa mengunjungi pantai unik ini.
Karang Teraje
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan panorama sunset yang spektakuler, maka pilihan yang tepat adalah dengan mengunjung Karang Teraje. Di lokasi ini para wisatawan akan dimanjakan dengan keelokan panorama sunset yang eksotis dari atas gugusan karang yang menjulang di sepanjang pantai.
Goa Lalay Pantai Tanjung Layar menyajikan dua karang besar yang berhimpitan seperti layar kapal sebagai background dengan hiasan karang-karang cadas dan datar laksana lantai sebuah kapal. Pantai ini merupakan ikon dari Pantai Sawarna. Karena itulah tidak lengkap rasanya jika berlibur ke Pantai Sawarna tanpa mengunjungi pantai unik ini.
Karang Teraje
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan panorama sunset yang spektakuler, maka pilihan yang tepat adalah dengan mengunjung Karang Teraje. Di lokasi ini para wisatawan akan dimanjakan dengan keelokan panorama sunset yang eksotis dari atas gugusan karang yang menjulang di sepanjang pantai.
Goa Lalay terletak di kaki Bukit Pasir Tangkil, yang berada di kawasan Kampung Cipanas di Desa wisata Sawarna. Goa ini dinamakan Lalay atau kelelawar dalam Bahasa Sunda, dikarenakan dahulunya goa tersebut merupakan sarang dari ribuan kelelawar.
Untuk masuk ke dalam goa, pengunjung diharuskan untuk selalu berhati-hati. Pasalnya meski memiliki pintu masuk yang cukup lebar namun bagian atapnya lumayan rendah. Sementara didalam goa terdapat aliran sungai kecil yang sedikit licin dan berlumpur.
Goa Lalay diperkirakan memiliki panjang lebih dari 2 kilometer. Namun karena jalur goa yang semakin menyempit, maka para pengunjung hanya diizinkan untuk mengkesplorasi hingga di kedalaman 400 meter saja.
Goa Langir
Pantai Goa Langir berada sekitar 2 km dari pusat keramaian desa wisata Sawarna. Lokasinya yang berada di cekungan tebing dan tersembunyi cukup sulit untuk ditemukan tanpa bantuan local guide.
Jalanan menuju goa Langir sedikit menanjak dengan bebatuan dan kerikil di atasnya. Namun setelah tiba di depan mulut goa, ternyata perjuangan masih belum usai. Pasalnya wisatawan akan dipaksa untuk memasuki pintu goa yang lumayan kecil dengan jalan masuk yang menurun.
Perjuangan nan melelahkan ke dalam Goa Langir akhirnya terbayar lunas begitu kita tiba di dalam goa. Sebab meski pintu masuk goa kecil, namun ruangan didalam goa lumayan besar dengan panorama yang mengagumkan.
Goa Seribu Candi
Goa Seribu Candi memberikan hadiah panorama keindahan stalagmit dan stalagtit yang menjulang menyerupai candi-candi kecil di dalamnya. Tidak heran bila kemudian goa ini dinamakan sebagai Goa Seribu Candi. (Eti)
Lokasi:Jakarta
Sawarna, Bayah, Lebak Regency, Banten, Republic of Indonesia
Jumat, 28 November 2014
Wisata Murah Di Jakarta
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu yang berimbas dengan menjulangnya berbagai komoditas harga memaksa masyarakat untuk menghitung ulang seluruh biaya hidupnya.
Salah satu kebutuhan yang ditinjau ulang
pengeluarannya adalah budget untuk berwisata. Namun meski harus ditinjau ulang,
bukan berarti kita tidak bisa menikmati sensasi liburan yang menyenangkan sama
sekali. Pasalnya di sekitar wilayah Jakarta masih memiliki sejumlah destinasi
wisata dengan budget yang minimal.
Beberapa diantara destinasi wisata murah
tersebut adalah Monumen Nasional (Monas), Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini
Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Kota Tua dan Danau Sunter.
Monumen Nasional (Monas)
Monumen Nasional atau yang populer disingkat
dengan Monas atau Tugu Monas merupakan monumen peringatan setinggi 132 meter
(433 kaki). Monumen ini mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 atas
perintah presiden pertama Indonesia, Sukarno dan mulai dibuka untuk umum pada
tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas
yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.
Monumen Nasional terletak tepat di tengah
Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap
hari mulai jam 8 hingga 3 sore Wib. Pada hari Senin pekan terakhir setiap
bulannya ditutup untuk umum.
Pada halaman luar mengelilingi monumen, pada
tiap sudutnya terdapat relief timbul yang menggambarkan sejarah Indonesia.
Relief ini bermula di sudut timur laut dengan mengabadikan kejayaan Nusantara
pada masa lampau. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam
menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut.
Di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter
di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruang
besar museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter,
dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
Sebuah elevator (lift) pada pintu sisi selatan
akan membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di
ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Lift ini berkapasitas 11 orang
sekali angkut. Pelataran puncak ini dapat menampung sekitar 50 orang, serta
terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang
menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas
35 Kilogram. Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter
6 meter terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini sebagai simbol semangat
perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
Harga tiket masuk menuju Cawan Tugu Monas
adalah Rp 5.000 untuk dewasa, dan untuk ke puncak Tugu Monas sebesar Rp 10
ribu. Harga tiket untuk mahasiswa sebesar Rp 3.000 untuk ke cawan, dan Rp
5.000 untuk menuju puncak Monas. Sedangkan anak-anak hanya membayar Rp 2.000,
baik untuk ke cawan maupun ke puncak Monas.
Kebun Binatang Ragunan
Kebun Binatang Ragunan terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta
Selatan, Indonesia. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1864 dengan luas
mencapai 140 hektar. Kebun Binatang Ragunan memiliki berbagai koleksi yang
terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.
Kebun Binatang Ragunan sangat mudah dicapai
dengan transportasi umum seperti angkutan kota, bus ataupun bus Transjakarta
karena terletak tepat di sebelah Halte Busway Ragunan.
Tarif masuk ke lokasi wisata ini hanya Rp 4.000
untuk dewasa dan Rp 3.000. Sedangkan tarif masuk ke Pusat Primata Schmutzer
sebesar Rp 6.000 untuk tiga tahun ke atas di hari biasa, dan Rp 7.500 di akhir
pekan atau libur nasional.
Selain menikmati beragam jenis hewan dan
tumbuhan, para pengunjung juga dapat menikmati sejumlah atraksi dan hiburan
seperti kuda tunggang, gajah tunggang, onta tunggang dan taman wisata anak.
Untuk dapat menikmati atraksi-atraksi tersebut, pengunjung cukup merogoh
kantong antara Rp 2.500 hingga Rp 7.500 saja.
Taman Mini Indonesia
Indah (TMII)
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan
suatu destinasi wisata bertema budaya Indonesia yang merangkum beragam
kebudayaan Bangsa Indonesia dari 33 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang
ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta
menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.
Di dalam TMII terdapat sebuah danau dengan
miniatur kepulauan Indonesia di bagian tengahnya. Para pengunjung dapat
menyaksikan miniature tersebut dari atas kereta gantung (gondola) yang dapat
dinaiki dengan harga sekitar Rp 30.000.
Selain danau, dalam TMII juga terdapat berbagai
museum, Teater IMAX Keong Mas, Teater Tanah Airku, Dunia Air Tawar dan
Serangga, SnowBay Water Park serta berbagai sarana rekreasi lainnya.
Tiket masuk ke Taman Mini Indonesia Indah
sekitar Rp 10.000 untuk usia 3 tahun ke atas. Sedangkan untuk harga tiket masuk
ke museum dikenakan tarif antara Rp 2.500 hingga Rp 15.000.
Taman Impian Jaya Ancol merupakan salah satu destinasi tujuan wisata di Jakarta Utara yang terdiri dari wisata taman dan wisata pantai. Selain itu destinasi ini juga menawarkan beragam wahana yang dapat dinikmati dari semua kalangan usia.
Bagi yang ingin menguji adrenalin, dapat mencoba
berbagai wahana seru di Dunia Fantasy (Dufan). Sedangkan bagi para pecinta seni
bisa mengunjungi kawasan Pasar Seni Ancol.
Selain itu Ancol juga menyuguhkan kawasan hijau
dengan nilai edukasi dan petualangan seru melalui Ocean Ecopark. Para
pengunjung juga dapat melihat lebih dekat kelucuan lumba-lumba di unit
oceanarium terbesar dengan mengunjungi Ocean Dream Samudra.
Atlantis Water Adventure (AWA) adalah theme park
kedua yang dikembangkan dan merupakan hasil revitalisasi dari Gelanggang Renang
Ancol. Sementara Water Adventure (AWA) luas 5 hektar siap menyajikan
petualangan seru melalui wisata air dengan 8 kolam utama yaitu: Poseidon,
Antila, Plaza Atlas, Aquarius, Octopus, Atlantean, dan Kiddy Pool.
Harga tiket masuk ke dalam Taman
Impian Jaya Ancol sebesar Rp 25.000. Sedangkan harga masuk untuk Dunia Fantasy
(Dufan) adalah Rp 180.000 untuk Senin – Jumat, sedangkan Sabtu – Minggu dan
hari libur nasional sebesar Rp 250.000. Tiket masuk untuk Wahana Ocean Dream
Samudra dan Atlantis Water Adventure adalah Rp 100.000 untuk Senin – Jumat, dan
Rp 150.000 untuk Hari Sabtu/Minggu/Libur.
Taman Wisata Kota Tua
Salah satu wisata murah di Jakarta lainnya
adalah Kota Tua. Kawasan ini dulunya dijuli sebagai "Permata Asia"
dan "Ratu dari Timur" oleh pelayar Eropa karena dianggap sebagai
pusat perdagangan untuk benua Asia. Selain itu Kota Tua juga dikenal dengan
sebutan Batavia Lama.
Di kawasan ini kita dapat mengunjungi berbagai
tempat bersejarah yang unik dan masih terawat dengan baik seperti Museum
Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik hingga ke Menara
Syahbandar. Di Menara Syahbandar para pengunjung dapat menyakiskan atsmosfer
Kota Jakarta dan sekitarnya dari atas ketinggian 18 meter.
Selain museum, kita juga dapat menikmati
berbagai atraksi di alun-alun Kota Tua seperti manusia patung yang dapat diajak
berfoto bersama, pertunjukan Lenong dan Ondel-ondel yang merupakan kesenian
khas Jakarta. Bagi yang ingin menikmati serunya berkeliling Kota Toa dengan
sepeda ontel, terdapat tempat penyewaan sepeda ontel yang dapat kita sewa
dengan harga Rp 5.000 selama 30 menit.
Selain mengunjungi lokasi bersejarah, Kota Tua
juga merupakan destinasi wisata kuliner yang cukup dikenal oleh masyarakat
Jakarta. Sejumlah pedagang kaki lima yang berjejer di sekitaran alun-alun
menawarkan beragam menu khas Kota Jakarta seperti kerak telor dan ketoprak.
Kawasan Wisata Kota Tua ini dapat dijangkau
dengan mudah dari berbagai lokasi. Selain menggunakan kendaraan pribadi,
wisatawan juga dapat menggunakan jasa transportasi umum seperti bus Trans
Jakarta, menggunakan Mikrolet dan Kopaja.(Eti)
Kamis, 27 November 2014
Menjelajahi Jalan Jaksa, Jakarta
Hingar bingar malam itu semakin memanas dengan hentakan musik yang membahana dari sejumlah kafe di pinggir jalan. Sementara turis asing tampak berlalu lalang berbaur dengan warga lokal disela hiruk pikuknya kendaraan. Itulah sekilas suasana di Jalan Jaksa, surga backpacker ibu kota.
Terik matahari yang
menyengat dan kepulan asap knalpot dari sejumlah kendaraan yang berlalu
lalang tampak menyelimuti Jalan Jaksa siang itu. Di pinggir jalanan yang
berdebu terlihat seorang penjual buah dengan gerobak tuanya duduk
termangu seolah menanti sentuhan rezeki dari para pembeli. Sementara
tidak jauh dari tempatnya berada, sejumlah turis asing tampak asyik
menikmati sajian makan siang yang sedikit terlambat di sebuah rumah
makan.
Sekilas suasana di Jalan Jaksa siang itu terlihat sangat
tenang cenderung sepi. Namun kondisi itu akan berubah seratus delapan puluh
derajat kala malam menjelang.
Sejumlah bar dengan hentakan musik membahana berbaur dengan
hingar bingar para pengunjung yang didominasi para turis asing. Situasi tersebut mengingatkan akan suasana di Pulau Dewata
yang tampak ramai dengan kehadiran turis-turis asingnya. Tidak heran bila
kemudian Jalan Jaksa disebut juga sebagai Legian-nya Jakarta.
Untuk para pecinta backpacker, nama Jalan Jaksa sudah tidak
asing lagi di telinga. Jalan yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini
memang terkenal sebagai lokasi wisata murah bagi para pelancong dengan budget
yang pas-pasan.
Sejumlah tempat penginapan ramah kantong berjejer di
sepanjang Jalan Jaksa siap menyambut kedatangan para wisatawan baik dari dalam
negeri maupun manca negara.
Beragam penginapan dari mulai setingkat hostel dengan harga
Rp 80.000 hingga Rp 200.000 sampai dengan hotel berbintang 3 dengan kisaran
budget Rp 300.000 hingga Rp 600.000 pun dapat dengan mudah ditemui di kawasan
tersebut.
Bagi yang ingin mendapatkan hotel dengan fasilitas yang
lebih baik dapat mencari di sekitar Jalan Wahid Hasyim yang letaknya hanya
beberapa meter dari Jalan Jaksa. Dari mulai hotel bintang 3 hingga hotel
berbintang 5 bisa ditemukan di sepanjang jalan yang nyaris tak pernah sepi itu.
Selain tempat penginapan, tempat makan murah nan lezat juga
dapat ditemukan di sekitar Jalan Jaksa. Untuk para pecinta kuliner lokal
seperti pecel lele, pecel ayam, soto dan aneka hidangan lezat lainnya, dapat
menemukannya di sepanjang Jalan Jaksa. Namun untuk pecel lele dengan rasa
terbaik dapat dicoba di sebuah warung tenda yang lokasinya berada tepat di
seberang soto ceker.
Bagi yang menyukai masakan Asia, makanan ala Malaysia juga
dapat dijumpai di sana. Harga yang terjangkau dan rasa yang menggugah selera
membuat tempat tersebut nyaris tak pernah sepi pengunjung.
Untuk yang ingin membeli kebutuhan lainnya, sejumlah mini
market yang beroperasi 24 jam non stop dapat dengan mudah di jumpai di jalan
yang memiliki panjang sekitar 400 meter itu.
Selain sebagai tempat wisata berbudget, Jalan Jaksa juga
menjadi lokasi tujuan wisata budaya di wilayah Jakarta melalui ajang Festival
Jalan Jaksa.
Festival Jalan Jaksa diadakan untuk pertama kalinya di
ibukota pada tanggal 5 - 7 Agustus 1994. Festival yang diadakan di sepanjang
Jalan Jaksa itu bertujuan untuk mengangkat dan melestarikan budaya penduduk
asli Jakarta, yaitu masyarakat Betawi.
Berbagai ragam kesenian asli Betawi seperti ondel ondel
turut memeriahkan Festival Jalan Jaksa. Selain itu penampilan sejumlah band dan
bazar yang menjual berbagai pernak pernik khas Betawi juga turut menjadi bagian
dari festival tahunan tersebut.
Lokasi Jalan Jaksa juga sangat strategis. Tempat ini hanya
berada sekitar 1 km dari kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) dan Masjid
Istiqlal sehingga dapat dijangkau cukup dengan berjalan kaki.
Selain Monas, lokasi tujuan wisata lainnya yang dapat
dijangkau dengan mudah dari kawasan 'Kampung Backpacker' ini adalah Taman dan
Situ Menteng, kawasan perdagangan Tanah Abang, dan kawasan Kota Tua.

Suasana Jl. Jaksa di malam hari
Untuk menjangkau Jalan Jaksa sangatlah mudah. Pasalnya
jalan tersebut sangat dekat dengan Stasiun Gondangdia dan Stasiun Gambir serta
berada tidak jauh dari kawasan Sudirman dan Thamrin.
Jadi tunggu apa lagi? Berwisata ke Kota Jakarta tidak
selalu menguras kantong. Jika bugdet pas-pasan, cobalah berkunjung ke Jalan
Jaksa. (Eti)
Hingar bingar malam itu semakin memanas dengan hentakan musik yang membahana dari sejumlah kafe di pinggir jalan. Sementara turis asing tampak berlalu lalang berbaur dengan warga lokal disela hiruk pikuknya kendaraan. Itulah sekilas suasana di Jalan Jaksa, surga backpacker ibu kota.
Terik matahari yang menyengat dan kepulan asap knalpot dari sejumlah kendaraan yang berlalu lalang tampak menyelimuti Jalan Jaksa siang itu. Di pinggir jalanan yang berdebu terlihat seorang penjual buah dengan gerobak tuanya duduk termangu seolah menanti sentuhan rezeki dari para pembeli. Sementara tidak jauh dari tempatnya berada, sejumlah turis asing tampak asyik menikmati sajian makan siang yang sedikit terlambat di sebuah rumah makan.
Sekilas suasana di Jalan Jaksa siang itu terlihat sangat tenang cenderung sepi. Namun kondisi itu akan berubah seratus delapan puluh derajat kala malam menjelang.

Suasana Jl. Jaksa di malam hari

Untuk menjangkau Jalan Jaksa sangatlah mudah. Pasalnya jalan tersebut sangat dekat dengan Stasiun Gondangdia dan Stasiun Gambir serta berada tidak jauh dari kawasan Sudirman dan Thamrin.
Jadi tunggu apa lagi? Berwisata ke Kota Jakarta tidak selalu menguras kantong. Jika bugdet pas-pasan, cobalah berkunjung ke Jalan Jaksa. (Eti)
Langganan:
Postingan (Atom)










